JOGJA: Rifka Annisa menggelar berbagai macam acara untuk memperingati ulang tahunnya yang ke 16 jatuh tepat 26 Agustus. Setelah sebelumnya menggelar bazaar sembako murah yang diikuti 200 orang warga masyarakat, 24 Agustus lalu, kemarin (25/8) mereka kembali menggelar aksi sosial pengobatan gratis dan bazaar baju pantas pakai bagi masyarakat kurang mampu.
“Hari ini kita juga menggelar bazar produk-produk fashion dan kuliner, rangkaian kegiatan ini sudah kita gelar selama tiga hari,” jelas Saeroni, Manajer Divisi Internal Rifka Annisa. Uniknya, pameran serta bazaar produk-produk fashion dan kuliner ini, sebagian besar diikuti komunitas binaannya. Rifka Annisa sendiri selama ini dikenal sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang fokus pada pendampingan hukum kasus-kasus kekerasan perempuan.
Rifka Annisa sendiri bahkan telah rutin menggelar berbagai kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi para ‘korban’ yang pernah didampinginya. “Setiap Sabtu kita menggelar training kuliner, dan rencana ke depan kita juga akan buat training ketrampilan menjahit,” sambung Saeroni.
Kini Rifka Annisa telah memiliki sembilan komunitas binaan yang tersebar di berbagai wilayah di Jogja ditambah 25 orang ‘korban’ yang dilatih kewirausahaan. “Di Bantul ada lima, Jogja satu, Gunungkidul dua, dan Kulonprogo satu,” timpalnya. Menurut Saeroni, komunitas itu awalnya dibentuk untuk meningkatkan mekanisme respons lokal terhadap kekerasan yang menimpa wanita.
Namun belakangan kegiatan pelatihan kewirausahaan ditambahkan sebagai upaya pendampingan yang maksimal. Dalam menjalankan segala kegiatannya tersebut, Rifka Annisa juga menggandeng pihak-pihak lainnya yang tergabung dalam network- nya yang diberi nama Sahabat Annisa.
“Kita sangat terbuka dengan para relawan, ada juga yang dari perusahaan dan lembaga profit. Jadi mereka menyumbangkan tak hanya materi tapi bisa juga dalam bentuk training keahlian,” jelas Saeroni. Di tingkat nasional pun mereka telah menggandeng banyak pihak. Mulai dari PIRAK yang terdiri dari 8 LSM hingga artis
Lima Wanita yang digawangi Rieka Roeslan, ikut menjadi pendukung kegiatan Rifka Annisa.
Rifka Annisa telah berdiri sejak 1993, di bawah yayasan Sakina yang berdiri setahun sebalumnya. Kegiatan utama yang mereka lakukan fokus pada pendampingan atas kekerasan pada wanita dan anak-anak perempuan. “Sebelumnya kita memang fokus pendampingan, baik untuk kasus perdata dan pidana, namun sekarang untuk kasus perdata kita hanya fokus pada konsultasi,” papar Saeroni.
Selain sebagai lembaga non profit, Rifki Annisa juga memiliki divisi usaha yang menjadi lembaga profit, Rifka Womens Clinic. “Di sana ada layanan kesehatan bagi perempuan, misalnya reproduksi, dan hal-hal umum lain. Ada juga layanan konsultasi serta ada juga layanan perawatan kebugaran tubuh bagi wanita,” tutupnya.
Oleh Galih Kurniawan
HARIAN JOGJA