Beberapa waktu lalu saya berkesempatan memberikan pelatihan wirausaha bagi 90 saudara kita yang diffable. Dari mereka saya mendapatkan pelajaran luarbiasa tentang kegigihan dan bagaimana memaknai hidup.
Selama 1 minggu kami bergaul, saling bercerita, saling berbagi. Sampai pada akhir pelatihan,bagi saya mereka bukan orang-orang yang berbeda mereka, jauh lebih sempurna dari saya.
Betapa tidak, sedikitpun tak pernah saya dengar keluhan mereka meski seringkali mereka kesasar untuk menuju ruang pelatihan, atau terantuk kursi, dan lainnya, atau salah kamar. Cukup sekali saja kami lakukan kesalahan mas, kata mereka.
Apa itu? tanya saya. Menyesal yang berkepanjangan. Dulu sebagian dari kami pasti merasa orang yang paling malang di dunia, atau seolah-olah tak ada yang bisa kami lakukan.
Tapi cahaya itu dimana-mana mas. Selalu saja ada jalan bagi orang-orang yang mau berubah dan berpikir positif.
Sahabat-sahabat saya di pelatihan ini sebagian tidak bisa melihat, mendengar,berbicara, tak punya kaki dan tangan.
Tetapi bagi saya mereka punya yang mungkin tidak kita punyai atau tidak berani kita punyai, yaitu rasa optimis, dan berani terus berjuang dan berubah.
Ada yang menarik saat sesi bagaimana mengatasi ketakutan. Saya meminta smua peserta meniup balon yang sudah kami bagikan. Tiup sekuat dan sebesar mungkin, pinta saya. Nah ini yang menarik dari reaksi mereka. ada yang dengan semangat langsung meniup sekuat-kuatnya, ada yang pelan-pelan, ada yang meniup lalu berhenti.
Game ini menunjukkan bagaimana sikap dan reaksi kita menghadapi sesuatu.Dan game ini menunjukkan kepada kita sesuatu.
Saya bertanya kepada mereka apasih resiko game ini? serentak mereka menjawab pecah!! mbledooss!!!. Itu pasti bila kita tiup terus melebihi kapasitas balon mampu menampung udara. Dan disinilah kita bisa belajar tentang seberapa kemampuan kita mengukur diri dan mengukur sesuatu yang ada di luar diri kita. Ketakutan sering menghinggap lebih awal bahkan sebelum kita melakukan apapun.
Nah pada akhir sesi ini saya mengajak semua menyanyilagu balonku dan meminta mereka semua untuk memecahkan balon-balon yang ada ditangan mereka. Balonku ada lima……. doooorrrrr….dooooorrrrrrr…..dooorrrr.
Wah lega mas jawab mereka
Kami jadi belajar bagaimana ketakutan itu, dan bagaimana sikap yang musti kita lakukan untuk menghadapinya.
Nah kita masing-masing punya balon-balon ketakutan yang mungkin berbeda-beda, sekaranglah saatnya kita letuskan semua balon ketakutan tersebut dan biarkan yang tersisa dan terus kita pompa adalah asa, harapan, dan tujuan kita untuk berubah dan maju
dan seperti bait akhir lagu balonku : kupegang erat-erat (pegang erat asa dan kemauan kita untuk berubah dan maju, saudaraku )
salam perubahan
rh