Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4

Jadi Pengusaha? Siapa Takut? (5) : Edisi Pipa Bocor – Lubang Paradigma

Halo SAHABAT…
kita ketemu lagi nih. Kemarin kita sudah belajar, bagaimana sesungguhnya kita semua punya potensi dan BISA menjadi seorang pewirausaha sukses, syaratnya adalah keberanian kita MERUBAH PARADIGMA kita dari negatif menjadi positif.
Salah satu paradigma wirausaha yang sering saya temukan negatif adalah dalam PARADIGMA BERPIKIR. Mari kita jawab dengan jujur…ketika ada pertanyaan apakah mudah menjadi pengusaha sukses? jawabannya tentu beragam. yang menjawab mudah tidak jadi masalah, nah yang menjawab SULIT..itu baru masalah. Kenapa kita bisa langsung berpikir kita tidak bisa atau tidak mampu? Karena dalam bayangan dan pikiran kita berwirausaha atau menjadi periwausaha sukses itu butuh modal jutaan, harus punya lokasi yang strategis, harus sekolah sampai perguruan tinggi, dan lain-lainnya. KENAPA TIDAK PERNAH KITA BALIK. bahwa untuk berwirausaha itu tidak butuh modal besar bahkan bisa dengan modal dengkul! bahwa menjadi pewirausaha sukses bisa tanpa harus sekolah yang tinggi! Tolong dijawab ya… Ada tidak pewirausaha sukses apakah itu perempuan dan laki-laki yang awalnya modalnya terbatas,?ada ndak konglomerat yang ternyata hanya lulusan SD atau SMP? Jawabnya ada bahkan banyak, dan mungkin dia ada di dekat kita.
Nah energi positif inilah yang kita butuhkan dalam berpikir. Berpikir bahwa wirausaha itu bukan sesuatu yang sulit. sesuatu yang bisa kita lakukan dari dimana kita berdiri, dari dimana kita mau memulai meski dengan sesuatu yang sangat sederhana.
Pada tulisan berikutnya saya akan banyak bicara tentang PARADIGMA MODAL.kayaknya akan menarik karena dari berbagai pengalaman saya, jawaban modal adalah jawaban yang menduduki peringkat pertama ketika saya ajak banyak orang berpikir apa yang menjadi kendala utama bagi seseorang yang mau berusaha atau membesarkan usahanya, jawabannya TIDAK PUNYA MODAL… apakah sesungguhnya kita tidak punya modal, jangan-jangan selama ini kita tidak terbiasa/tidak mampu/tidak peduli/tidak tanggap untuk berpikir positif tentang modal..Kita anggap modal selalu dan melulu berupa uang. Apakah kesehatan, cara berpikir positif, tubuh, tenaga bukannya modal?
Seperti gambar yang ada jika paradigma kita negatif:tentu banyak ungkapan wah sulit tuh untuk mengisi air ke pipa yang banyak lobangnya. Mana mungkin bisa cepat wong jarak lobangnya berjauhan, atau banyak lagi ungkapan negatif yang saya temui saat memainkan game PIPA BOCOR ini..
Nah yang bisa menutup lobang-lubang dalam pipa bocor sebenarnya bukan semata-mata jemari atau tangan kita, yang musti kita gunakan pertama untuk menutup”lubang-lubang kebocoran diri” adalah kita gunakan pikiran yang jernih, pikiran yang positif. Berapa banyakpun lubang akan bisa kita tutupi, berapa banyakpun halangan akan bisa kita hadapi… Bahkan mari kita kerjakan dengan senyuman dan rasa optimis yang tak pernah putus
Nah…yuk mari kita kenali lubang-lubang paradigma negatif kita, dan mulai kita kenali dengan apa kita bisa sumbat itu semua…mulailah dengan yang sederhana…Mari berubah….,

salam perubahan

rh


3 September 2009 - 11.32 am | Comments (0)

PUBLIKASI

Pemantauan Implementasi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Enam Propinsi Di Indonesia

NEWSLETTER

Rifka Annisa Bulletin April
edisi Maret 2007
Daftarkan e-mail anda untuk mendapatkan bulletin dari Rifka Annisa.

SOCIAL NETWORKING