Jika anaknya menjadi korban pemerkosaan, ibu biasanya akan bereaksi marah, tidak menerima perlakuan pelaku. Berbagai cara akan ditempuh agar anaknya mendapat keadilan. Namun, bagaimana dengan seorang ibu yang menerima dan bahkan cenderung memaafkan pelaku. Apa yang sebenarnya terjadi?
Biasanya kita membayangkan kekerasan adalah sebentuk pemukulan atau penganiayaan. Bagaimana dengan umpatan, hinaan, ataupun sikap merendahkan? Apalagi jika itu dilakukan seorang yang kita cintai, kekasih atau pacar kita. Pacar yang hanya ingin kita menjadi boneka-nya?
SUDAH diketahui luas bahwa pelaku pemerkosaan adalah mereka yang memiliki hubungan dekat dengan korban, kedekatan korban dengan pelaku kerap membuat persoalan menjadi kompleks. Kasus: “SALAM sejahtera, Saya ingin membagi kesedihan yang saat ini saya alami karena tidak tahu lagi harus bicara dengan siapa. Mengadukan hal ini kepada keluarga besar saya? Wow… jangan berharap dukungan yang [...]
Aib menjadi kata yang begitu menakutkan banyak perempuan. Untuk menutupinya, banyak perempuan harus rela bertahan dalam kehidupan yang serba menyesakkan. Kasus: Dear Rifka Annisa, nama saya N (21). Saya saat ini sedang bingung dan butuh masukan dari Rifka Annisa. Saat saya kelas satu SMP usia saya waktu itu 12 tahun, saya dipaksa berhubungan seksual oleh [...]
Kasus: “SAYA bekerja pada kantor pusat sebuah perusahaan di Jakarta. Perusahaan tersebut mempunyai kantor cabang di beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Awal penempatan kerja saya pada kantor pusat Jakarta karena memang saya lulus dari salah satu akademi pariwisata yang ada di Jakarta. Kontrak kerja saya dengan perusahaan tidak jelas, saya [...]
*) Menjadi KORBAN Justru Dikucilkan Oleh: Rifka Anissa Women’s Crisis Center SUDAH jatuh tertimpa tangga, ungkapan ini sering kali sangat tepat menggambarkan situasi perempuan korban kekerasan. Mereka adalah korban, tetapi mereka justru dipersalahkan. Apa yang dituturkan K adalah gambaran situasi itu.
SETIAP perempuan yang menjadi korban kekerasan tidak selalu sama dalam merespons kekerasan yang dialami. Adakalanya kekerasan menjadikan perempuan terpuruk dan menderita, namun adakalanya menjadikan perempuan memilih cara lain, seperti melampiaskan dendam kepada laki-laki dengan cara menggauli setiap laki-laki yang dia sukai untuk kemudian meninggalkannya. Namun, semuanya tetap menjadikan perempuan menderita, seperti penuturan De di bawah [...]
NEGARA akan baik bila perempuannya baik. Begitu kira-kira ungkapan yang kerap kita dengar. Sebuah ungkapan yang meletakkan perempuan sebagai penjaga moral bangsa. Atas dasar ungkapan itu, masyarakat sering kali meletakkan kesalahan kepada perempuan atas kemerosotan moral bangsa. Atas dasar ungkapan itu pula, perempuan akan mendapatkan sanksi lebih berat dari laki-laki atas perbuatan yang dinilai merusak [...]
Kasus: “SAYA seorang suami (49), pekerjaan sebagai pendidik di sekolah menengah di Jawa Tengah. Tahun ini perkawinan saya memasuki usia ke-16. Anak tiga, perempuan semua, dan istri seorang ibu rumah tangga , meskipun berpendidikan sarjana. Secara umum kehidupan rumah tangga kami dapat dikatakan harmonis. Permasalahannya, kurang lebih tiga bulan lalu perselingkuhan saya dengan teman sejawat [...]
KETIKA harus memilih, perempuan sering kali berada pada posisi sulit antara keluar dari lingkaran kekerasan atau menjaga keutuhan keluarga. Yang terakhir lebih sering dipilih perempuan walaupun kekerasan dari pasangannya tak juga mereda. “Dear Rifka Annisa, Saya Intan (33), 10 tahun lalu menikah dengan Ron (38). Tidak ada yang istimewa dalam pergaulan kami sebelum menikah, tetapi [...]