Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4

The Three Musketeers from The Block

Saya tidak akan membahas bagaimana kisah film yang tertuang dalam judul tulisan ini. Namun yang ingin saya membahas mengenai motto dari kisah tersebut : “Semua untuk Satu dan Satu untuk Semua”.

 

Bau menyengat dari sungai yang tersendat sampah adalah bau yang khas dari daerah tersebut, menyapa semua orang yang datang. Siang hari itu, tiga anak bergegas mencari bus yang dapat ditumpangi untuk mencari penghasilan. Sarah (10), Hikmah (7), dan Putra (2) akhirnya berhasil mendapatkan bus tersebut setelah menunggu lama. Tanpa rasa takut mereka menerobos kerumunan kendaraan yang sedang melaju. “Aku pernah keserempet motor sampai mental”, ujar Hikmah, “Kalau aku pernah keserempet taksi”, kata Sarah. Kurangnya penghasilan dalam keluarga membuat mereka harus bekerja membantu keluarganya mencari uang. Sarah yang dulu pernah bersekolah, namun sekarang telah berhenti, sedangkan Hikmah yang bersekolah di pagi hari namun sore sampai malam hari ia juga harus bekerja mencari uang.

 

Kerasnya dalam mempertahankan hidup sudah dirasakan mereka sejak usia dini. Seperti yang diujarkan oleh Albert Bandura, bahwa seseorang dapat mendapatkan proses pembelajaran melalui peniruan (imitation) dan contoh perilaku (modeling) yang ada dari lingkungan sekitar. Ngamen dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Aku ngamen mulai umur dua tahun”, ujar Hikmah. Sedangkan Sarah yang merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara sudah mengamen sejak umur setahun diajak oleh kakaknya. Pada hari itu, sekali mengamen mereka mendapatkan Rp. 7000; dan dibagi bertiga, namun biasanya per hari mereka bisa mendapatkan uang Rp. 50.000;/orang.

 

 

 

 

 

 

 

Adanya pelecehan yang didapat mereka ketika di jalanan juga tidak menghalangi aktivitas mereka tersebut, “Perut aku pernah dicolek bapak-bapak ketika di jalanan”, “Aku pernah diajak bapak-bapak untuk ikut mereka”, ujar mereka. Banyaknya tindakan penculikan anak-anak jalanan tidak membuat mereka gentar. Sebab di dalam diri mereka tersimpan banyak harapan dan optimisme, terlihat dari tulisan-tulisan di tangan mereka akan gambaran dirinya masing-masing.

Mengenai motto yang saya sebut di awal artikel, hal itu berlaku di dalam lingkungan mereka. Adanya rejeki yang di dapat oleh satu orang, biasanya akan dibagi kepada teman-teman mereka, “Semua untuk Satu dan Satu untuk Semua”. Ketiga anak tersebut mempunyai semangat seperti Athos, Porthos, dan Aramis dalam mempertahankan kedamaian negara Perancis dan seluruh Eropa. (Caron Toshiko)


16 May 2012 - 6.45 pm | Comments (0)

PROGRAM DONASI

Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan

Pendampingan kepada perempuan korban kekerasan. Pendampingan yang diberikan berupa konsultasi hukum untuk kasus pidana ataupun kasus perdata dan Pendampingan Psikologis untuk menguraikan permasalahan yang sedang dihadapi. Untuk beberapa kasus khusus Rifka bekerja sama dengan psikolog dan psikiater melakukan assesmen tentang kondisi kejiwaan klien jika diperlukan. Pendampingan ini bisa dilakukan di center melalui: konseling tatap muka, [...]

Kesempatan Berkembang bersama Rifka Annisa

Bergabung dan berkembanglah bersama kami, Rifka Annisa Women Crisis Center (WCC). Rifka Annisa WCC adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan. Kami mengundang Anda yang memiliki dedikasi dan motivasi tinggi untuk terlibat bersama kami dalam kerja-kerja sosial di bidang pemberdayaan perempuan melalui posisi berikut :

Community Based Crisis Center

Community Based Crisis Center atau Pusat Krisis Berbasis Komunitas adalah suatu sistem pemantauan terhadap kekerasan berbasis gender dan pelayanan terhadap korban kekerasan dengan berdasarkan pada tatanan, struktur, dan mekanisme masyarakat lokal yang berkeadilan gender. Penanganan yang berbasis komunitas ini mengandaikan adanya fleksibilitas dalam kerjanya; tidak (harus) memiliki landasan pendirian lembaga formal (akte pendirian, dsb); tidak [...]

Jadi Pengusaha? Siapa Takut? (6) : Edisi Balon Ketakutan

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan memberikan pelatihan wirausaha bagi 90 saudara kita yang diffable. Dari mereka saya mendapatkan pelajaran luarbiasa tentang kegigihan dan bagaimana memaknai hidup. Selama 1 minggu kami bergaul, saling bercerita, saling berbagi. Sampai pada akhir pelatihan,bagi saya mereka bukan orang-orang yang berbeda mereka, jauh lebih sempurna dari saya. Betapa tidak, sedikitpun tak [...]